Penerapan Gaya dan Gerak

Gaya dapat berupa tarikan atau dorongan. Gaya menyebabkan benda bergerak, berhenti bergerak, berubah arah, dan berubah bentuk. Kekuatan gaya yang diberikan berpengaruh terhadap gerak yang terjadi. Semakin besar gaya yang diberikan semakin cepat gerak yang terjadi, semakin kecil gaya yang diberikan semakin lambat gerakannya. Besar kecilnya gaya dapat diukur dengan alat yang disebut dinamometer. Satuan gaya adalah kilogram force (kgf), newton, dan dyne. Hubungan antara ketiga satuan tersebut adalah 1 kgf = 9,8 newton = 10⁵ dyne.

Gaya adalah suatu kekuatan tarikan atau dorongan yang menyebabkan benda bergerak, berubah bentuk atau berubah arah. Hampir dalam setiap hari kita banyak menggunakan kegiatan yang berkaitan dengan gaya dan gerak. Gaya ini dapat menimbulkan perubahan gerak. Misalnya meja yang didorong akan bergerak karena adanya gaya dorong. Jadi gaya dapat mempengaruhi gerak suatu benda yang awalnya diam. Gaya dapat mempengaruhi suatu benda yang menyebabkan :
  1. Benda diam menjadi bergerak. Benda diam menjadi bergerak, karena benda yang semua diam bila digerakkan akan bergerak. Contohnya : mendorong mobil yang mogok, mendorong meja, menendang bola dll.
  2. Benda bergerak menjadi diam. Benda bergerak menjadi diam, karena benda yang sewaktu bergerak dan tiba – tiba dihentikan sehingga benda tersebut menjadi diam. Contohnya : mengerem sepeda sehingga menjadi lambat dan berhenti.
  3. Perubahan bentuk benda. Perubahan bentuk benda, karena benda yang berubah bentuk akibat terjadi sesuatu. Contohnya : saat kita menggunakan lilin, setelah meleleh akan berubah bentuknya.
  4. Perubahan arah gerak benda. Contohnya : pada saat kita menyundul bola, bola akan berubah arah.
Contoh Gerak Benda Karena Adanya Gaya
1. Ketapel
Katepel digunakan dengan untuk melempar batu. Katapel ini terbuat dari kayu dengan 2 karet lalu diikat pada kedua sisinya. Cara menggunakannya pun cukup mudah hanya dengan ambil kerikil lalu pasang kerikil pada karet dan tarik lalu lepas. Makin kuat nariknya maka makin jauh kerikil akan terlempar. Tapi menggunakannya harus hati – hati. Pada saat kita menarik karet berarti kita memberikan gaya pada karet.

Membuat Ketapel

Alat dan bahan:
  1. Ranting kayu berbentuk Y
  2. Karet pentil
  3. Kulit (bekas sepatu kulit)
  4. Tali pengikat
  5. Gunting
  6. Pisau
Cara kerja
  1. Bersihkan ranting kayu bercabang dengan pisau. Kupaslah kulit luarnya.
  2. Ikatlah kedua ujung cabang kayu dengan karet pentil. Jangan lupa ikatlah yang kuat.
  3. Sambungkan ujung karet lainnya dengan kulit. Ikatlah sambungan itu kuat-kuat. Ketapel siap dicoba dan digunakan.
Cara menggunakan
  1. Peganglah kayu bercabang dengan tangan kanan, dan peganglah bagian kulit dengan tangan kiri. Sebelumnya masukkan terlebih dahulu pelurunya. Sebagai pelurunya dapat menggunakan kerikil atau tanah liat kering.
  2. Tariklah karet dan arahkan ke sasaran.
  3. Lepaskan tarikanmu, maka peluru akan melesat cepat ke arah sasaran
Alat yang digunakan:
  1. katepel
  2. kerikil
Langkah kegiatan:
  1. Secara berkelompok, pergilah ke lapangan yang luas.
  2. Isi katepel dengan kerikil dan rentangkan dengan panjang rentangan 20 cm ketika karet mulai meregang.
  3. Lontarkan kerikil, suruhlah temanmu memberi tanda tempat kerikil jatuh.
  4. Isi kembali katepel dengan kerikil, rentangkan dengan jarak rentangan 30 cm dari awal rentangan karet.
  5. Lontarkan kerikil, suruhlah kembali temanmu memberi tanda tempat kerikil jatuh.
  6. Lakukanlah kegiatan tadi secara berulang-ulang dengan panjang rentangan lebih panjang.
  7. Apa yang dapat kamu simpulkan dari kegiatan tersebut? Ternyata, semakin panjang rentangan, semakin jauh krikil jatuh, jadi, semakin kuat tarikan, semakin besar gaya yang dikeluarkan.
Besarnya gaya ditentukan oleh kuatnya tarikan atau dorongan. Besar gaya dapat diukur oleh alat yang dinamakan dinamometer. Gaya yang terjadi pada katepel adalah gaya pegas atau gaya elastis.

2. Jungkat Jungkit
Gaya pada jungkat-jungkit letaknya bergantian, adakalanya memberikan gaya, lawannya menerima pengaruh dan gaya bergerak naik. Jungkat-jungkit termasuk pesawat sederhana jenis pengungkit. Jungkat – jungkit memiliki 3 bagian yaitu titik tumpu, kuasa dan beban. Titik tumpu terletak di bagian tengah. Beban terletak disalah satu ujung. Dan ujung yang lainnya disebut kuasa. Jungkat – jungkit ini dapat mengangkat beban menggunakan gaya (kuasa) yang lebih kecil dari berat bendanya. Jungkat- jungkit ini dapat bergerak jika kaki bersentuhan dengan tanah.

Membuat Model Jungkat Jungkit

Alat dan Bahan
  1. Styrofoam
  2. Lidi sepanjang 7 cm
  3. Sedotan sepanjang 4 cm
  4. Penggaris sepanjang 30 cm
  5. Double tape
Langkah Kerja.
  1. Buatlah dua buah balok dari styrofoam dengan ukuran 5 x 5 x 7 cm.
  2. Masukan lidi ke dalam sedotan (lidi harus cukup kuat menopang beban). Tusukan masing-masing ujung lidi ke salah satu sisi balok styrofoam
  3. Rekatkan bagian tengah penggaris pada sedotan. Lidi dalam sedotan berfungsi sebagai penumpu.
  4. Model jungkat-jungkit sudah selesai. Ujialah jungkat-jungkit dengan memberi beban pada kedua ujung jungkat-jungkit, misalnya dengan penghapus. Jika jungkat-jungkit dapat bergerak berarti model jungkat jungkit sudah benar.
3. Traktor Pegas
Traktor pegas adalah traktor yang jika bergerak menggunakan gaya pegas. Traktor pegas ini sama halnya dengan katapel. Traktor bergerak karena adanya gaya pegas. Pada saat roda diputar ke belakang, karet akan menggulung pada bilah bambu. Sehingga karet menjadi kencang. Gaya pegas ini dapat menggerakkan traktor bergerak maju.

Membuat Traktor Pegas
Alat dan Bahan:
  1. Tutup wadah sabun
  2. Bilah bambu 2 buah
  3. Plester
  4. Karet gelang
  5. Sandal jepit bekas
  6. Penggaris
  7. Gunting
  8. Paku besi berukuran sedang
  9. Penjepit
  10. Lampu spiritus
  11. Korek api
Cara Kerja:
  1. Buatlah empat roda dari sandal jepit. Setiap roda berdiameter 3 cm.
  2. Panaskan paku besi. Gunakan penjepit untuk memegang paku. Berhati-hatilah saat menggunakan api dan benda panas.
  3. Dalam keadaan panas, gunakan paku untuk melubangi tutup wadah sabun. Buat dua lubang sejajar pada sisi kanan tutup wadah sabun. Lakukan hal yang sama pada sisi kirinya. Lubang di sisi kanan sejajar dengan sisi kiri. Perhatikan gambar (a).
  4. Tusukkan bilah bambu pada lubang hingga tembus pada kedua sisi. Perhatikan gambar (b).
  5. Pasangkan roda pada setiap ujung bilah bambu. Bagian beroda menjadi bagian bawah.
  6. Lubangi bagian atas tutup wadah sabun. Lubang dibuat dekat dengan roda bagian depan. Masukkan paku pada lubang tersebut. Plesterlah paku agar tidak goyah.
  7. Guntinglah karet gelang. Ikatkan salah satu ujungnya pada paku.
  8. Ikat ujung karet yang satunya pada kayu roda belakang.
  9. Ujilah traktor pegas hasil karya kalian. Caranya, putar roda ke arah belakang. Karet akan tergulung pada bilah bambu. Setelah itu, lepaskan traktor dan amati yang terjadi
Traktor dapat bergerak karena ada gaya pada karet. Saat roda diputar ke arah belakang, karet akan tergulung pada bilah bambu. Akibatnya, karet menjadi kencang. Saat traktor dilepaskan, gulungan karet juga terlepas. Traktor bergerak maju bersamaan dengan terlepasnya gulungan karet. Gaya yang bekerja pada traktor adalah gaya pegas. Karenanya, traktor tersebut biasa disebut traktor pegas. Gaya pegas yang bekerja pada traktor dapat menyebabkan traktor bergerak maju.